Dalam lingkup dunia bisnis, kejujuran merupakan elemen yang sangat penting bagi perusahaan. Akan tetapi, pada kenyataannya, seringkali kebohongan mewarnai interaksi dan dinamika kerja antar karyawan. Merujuk pada hasil survei yang dirilis oleh CareerBuilder.com, setidaknya satu dari lima orang pernah berbohong di lingkungan kerja.

 

 

 


Sumber Ilustrasi: www.freepik.com

 

 

 

Lantas, apa yang harus dilakukan demi mewujudkan lingkungan kerja yang menjunjung tinggi kejujuran?

 

 

 

Dimulai dari Pimpinan

Kewajiban untuk berkata jujur bukan hanya berlaku bagi bawahan terhadap atasan. Lebih dari itu, kejujuran harus diimplementasikan oleh setiap elemen dalam sebuah perusahaan.

 

Dilansir dari BBC, Thomas A. Kolditz, mantan brigjen tentara AS yang kini mengabdi sebagai profesor di The Yale School of Management menerangkan, “Pemimpin adalah orang yang menciptakan pola etika. Apabila pemimpin tidak jujur, jangan salahkan kalau bawahannya pun ikutan-ikutan jadi tidak jujur.”

 

Namun, yang perlu digarisbawahi, kejujuran harus disertai dengan kode etik perusahaan supaya setiap anggotanya tidak semena-mena mengatakan apa yang seharusnya tidak dikatakan. Hal ini tentu mencakup informasi-informasi konfidensial perusahaan. Dalam hal ini, perusahaan harus mampu membedakan mana yang termasuk sikap jujur serta mana yang termasuk sikap transparan.

 

Kolditz memberikan contoh konkret bagaimana seharusnya kedua sikap itu diterapkan oleh para pemimpin. Suatu hari, departemen tempat Kolditz memimpin terpaksa harus melakukan PHK. Ketika ia mendapat pertanyaan mengenai kemungkinan pemangkasan karyawan, Kolditz berkata terus terang tanpa menyebutkan informasi konfidensial.

 

Hal tersebut turut disepakati oleh R. Edward Freeman, profesor di University of Virginia’s Darden School of Business. Menurutnya, seperti yang dilansir oleh BBC, penting bagi seorang pemimpin untuk membangun atmosfer kerja yang saling terbuka, termasuk saat harus menginformasikan hal yang tidak menyenangkan. Dalam konteks tersebut, pimpinan harus menunjukkan kepiawaiannya mengelola perasaan panik yang mungkin timbul.

 

Manfaat Berperilaku Jujur

Penting untuk #SahabatPrimacom ketahui, kejujuran tidak hanya berdampak signifikan bagi operasional perusahaan, tetapi juga berperan strategis bagi pengembangan kualitas diri #SahabatPrimacom. Oleh karena itu, kejujuran harus menjadi prinsip setiap karyawan. Dilansir dari IDN Times, setidaknya ada 3 manfaat berperilaku jujur yang menarik untuk disorot dan direfleksikan.

 
1. Meningkatkan kredibilitas

Apabila kejujuran sudah terinternalisasi ke dalam diri sendiri, secara otomatis kredibilitas #SahabatPrimacom akan meningkat. Hal ini memungkinkan #SahabatPrimacom memperoleh banyak kepercayaan dari orang lain. Pada zaman yang sangat dinamis seperti sekarang, tidak mudah lho untuk menjaga kepercayaan seseorang.

 
2. Terhindar dari tuduhan

Semakin sering mewujudkan keselarasan antara perkataan dan perbuatan, semakin mudah pula orang-orang percaya dengan apa yang #SahabatPrimacom lakukan. Dengan demikian, #SahabatPrimacom dapat terhindar dari segala tuduhan yang tidak menyenangkan.

 
3. Lebih percaya diri dan bahagia

Yang tidak kalah penting, jika kejujuran menjadi prinsip utama #SahabatPrimacom, kebahagiaan dan ketentraman akan menyertai. Sebab, mereka yang jujur tidak harus berpura-pura dan menutup-nutupi sebuah perkara. Selain itu, orang yang jujur cenderung akan terlihat lebih bersemangat dan percaya diri dengan kemampuannya.

 

Yuk, #SahabatPrimacom, kita biasakan perilaku jujur mulai dari hal yang paling kecil.